Rabu, 23 Juli 2014

Making Life Better : Berkorban Demi Sahabat

kali ini saya akan berbagi sebuah cerita dari seorang inspirator Pdt. Purim Marbun, M.Th.
semoga dengan cerita yang saya bagikan ini bisa memberikan suatu nilai yang bermanfaat bagi sobat-sobat smua :)

Lui Shi Ching adalah remaja 16  tahun yang tinggal di Hebei, China. walau umurnya masih belia dan berasal dari keluarga sederhana, ia menjadi bahan pemberitaan berbagai media massa karena ketulusan hatinya kepada Lu Shao. sahabatnya itu harus digendong karena memiliki kelainan bawaan yang membuatnya sulit berjalan.
   sekitar 10 tahun lalu, Lu Shao terjebak hujan ketika pulang sekolah. karena ibunya tidak dapat menjemput, Lui Shi Ching menawarkan dirinya untuk menggendong Lu Shao. padahal, tubuh Lui Shi Ching lebih kecil dibanding Lu Shao. namun hal itu tidak menyurutkan niat Lui Shi Ching menggendongnya pulang. sejak saat itu, Lui Shi Ching selalu menggendong Lu Shao kemanapun. mulai dari mengantar sekolah hingga saat sahabatnya itu ingin ke toilet.
dalam suatu wawancara, Lui Shi Ching ditanya bagaimana bisa menggendong teman yang badannya lebih besar. Lui Ching mengatakan bahwa ia bahagia saat membantuLu Shao, sehingga berat badannya tidak menjadi beban. pada sisi lain, Lu Shao menulis dalam buku hariannya kalau bantuan yang diberikan Lu Shi telah menyingkirkan awan gelap yang menyelimuti hidupnya. kebaikan hati Lu Shi diibaratkan seperti sinar matahari yang menyinari kehidupannya.
sahabat adalah orang paling berarti bagi kita, mereka itu sudah menjadi bagian dari kehidupan kita.
bagaimana pengalaman sahabat kita, niscaya menjadi pengalaman kita juga, paling tidak rasa sakit yang pernah dialami oleh sahabat kita bisa kita rasakan, selain itu kita turut sepenanggungan. sebaliknya rasa senang, gembira dan suka cita yang dialami oleh sahabat kita, jelas menjadi bagian kita juga. 
inti dari persahabatan adalah bagaimana kita sama-sama seperasaan dan sepenanggungan.
jika kita melihat contoh dalam Alkitab, maka kita akan temukan persahabatan Daud dan Yonatan. keduanya adalah sahabat yang luar biasa. pada 1 Samuel 18:1-30; 20:1-43, dijelaskan bagaimana kedudukan persahabatan Daud dan Yonatan. mereka adalah sosok yang memahami arti dan pentingnya sahabat, bukan saja hanya dalam kaitan bagaiman membangun komunikasi, tetapi lebih genting lagi menghadapi masa-masa sulit dan penuh tantangan.
dalam satu kisah di Alkitab, kita bisa menemukan bahwa Daud diselamatkan oleh Yonatan di hadapan raja Saul. sekalipun Yonatan adalah anak Saul, tetapi keberpihakan Yonatan lebih banyak kepada Daud. ia terselamatkan dari murka Saul, berkat pertolongan Yonatan lebih lagi Daud diberi jalan yang "mulus" menuju takhta kerajaan dengan cara terhindar dari rencana jahat Raja Saul.
dengan mempelajari kisah Daud dan Yonatan, ada beberapa prinsip yang bisa kita kembangkan dalam membangun persahabatan. pertama, persahabatan tidak boleh terhalang oleh kepentingan tertentu. bagi Yonatan, Daud sebagai sahabatnya adalah lebih penting daripada memberikan jalan kepada ayahnya untuk membunuh Daud. itulah sebabnya Yonatan memikirkan usaha-usaha yang jitu untuk menyelamatkan Daud. kedua, persahabtan harus mengedepankan kebenaran. bagi Yonatan, Daud sahabatnya adalah sosok yang benar. melakukan apa pun dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku, lebih lagi tidak ada cacat dan cela Daud dimata Yonatan, dengan memberikan jalan keluar agar tidak kena hukuman atau tidak kena murka ayahnya, Saul. ia dibela Yonatan, dengan cara-cara yang terpuji dan elegan. kita harus mengedepankan persahabatan dengan hidup dalam kebenaran, bukan emosi apalagi memanfaatkan persahabatan itu.
sahabat yang benar adalah menaruh kasih setiap waktu dan menjadi saudara dalam kesesakan (Amsal 17:17).
ketiga, persahabatan tidak boleh lekang oleh keadaan apa pun. persahabatan itu harusnya langgeng alias tidak dibatasi oleh waktu-waktu tertentu. juga tidak boleh terpengaruh oleh keadaan apa pun. bagi Daud, Tonatan adalah sahabat karibnya yang mengerti keberadaannya juga tahu kesusahannya. dalam keadaan apa pun Yonatan tetap peduli dengan Daud. hal itulah yang membuat mereka sebagai sahabat yang baik.
bagaimana dengan kita? apakah kita bisa menjadi sahabat bagi siapa pun tanpa mempermasalahkan latar belakangnya? mari belajar menjadi sahabat yang lebih baik. ^_^

tidak banyak orang yang benar-benar memahami dan menikmati arti dari sebuah persahabatan,. kebanyakan dari mereka yang menjalin persahabatan hanya sekedar status, kepentingan pribadi atau hanya memanfaatkan. *selagi bersama dikatakan sahabat tetapi setelah terpisah oleh keadaan, seperti tidak terjadi apa-apa*

Jumat, 20 Juni 2014

Teman Hidup (TH) pilihan TUHAN

Sekarang ini, banyak para wanita yang galau bahkan hampir memasuki wilayah streess memikirkan soal pacar atau pasangan hidup mereka terutama bagi para wanita yang belum pernah "pacaran" !
mereka menganggap gga punya pacar itu sesuatu yang sangat memalukan atau mungkin sesuatu yang sangat penting dimasa muda mereka.
memang menjalin suatu hubungan dgan seseorang itu yahh bisa dikatakan suatu kebutuhan primer kita namun ada hal-hal yang harus kita perhatikan.

girlss... semakin bertambahnya usia plus kita belum punya pacar atau PH membuat kita resah karena kita udah terlebih dulu mempersepsikan kalo kita itu "gga laku" apalagi kalo liat teman dekat kita yang udah gonta-ganti pacar..wuiihhhhhh pasti kita langsung berpikir "seberapa jeleknya sih aku???"
cobah deh Anda mengubah persepsi negatif Anda terhadap diri sendiri dengan mulai memikirkan hal-hal postif tentang diri Anda sendiri.
contohnya nih ya:
pertama, kalo kamu galau hanya karna sampai saat ini kamu belum pernah menjalin suatu hubungan dengan seseorang, BERHENTI berpikir kalo cowok-cowok gga ada yg mau lirik/deketin kamu karena kamu jelek, BERHENTI melihat kekurangan yang ada dalam diri kamu tetapi MULAILAH berpikir kalo belum ada cowok yang pantas Tuhan berikan kepadamu, karena Tuhan gga mau melihat kamu terluka & menangis hanya karna seorang cowok!

kedua, kalo kamu galau karena teman-teman kamu yang meledek, galau karna liat teman-teman kamu yang gonta-ganti pacar hingga membuat kamu berpikr untuk menurunkan standar mu dengan nerima cowok yang bukan dari Tuhan atau gga seiman dengan kamu (yang penting punya pacar!)..kamu harus mengubah mindset kamu atau cara berpikir kamu yang seperti itu. kamu gga akan pernah bisa menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya ketika kamu menjalin suatu hubungan dengan pemikiran seperti itu! percayaaa dehh..! buat apa ngabisin waktu pacaran klo toh  senangnya cuman di awal saja, ya gag?

bagi kita orang Kristen, dengan tegas Tuhan mengajar kita untuk tidak mencari dan mendapatkan pasangan yang tidak seimbang dengan diri kita, baik itu menyangkut kesejajaran Iman kita dengan dia maupun menyangkut soal keyakinan. coba bayangkan kalo kamu nekat pacaran atau memilih pasangan hidup yang tidak takut akan Tuhan, yang tidak memiliki pertumbuhan Iman yang sama dengan kita dan berbeda keyakinan..tentu tujuan dan cara berpikir kita untuk membangun sebuah keharmonisan tidak akan menyatu dan bahkan mungkin hidup kita bisa berantakan.

emang sih menunggu itu membosankan tapi itu semua untuk kebaikan kita sendiri toh. Tuhan yang lebih tahu siapa dan seperti apa pasangan yang terbaik bagi kita. jangan pernah menurunkan harga karna  kamu itu anak Tuhan yang begitu "spesial" bagiNya.
lakukan hal-hal positif yang bisa membangun karakter mu, jangn cuman memirkan soal jodoh. SEMUA INDAH PADA WAKTU-NYA :) :)

"lebih baik pacaran sekali seumur hidup tetapi atas dasar kasih dari Tuhan daripada pacaran berkali-kali tetapi tidak didasari kasih dari Tuhan"

created : Tata Juntak _Child of God